Mengenal Bank Syariah Indonesia dan Valuasinya

Ketiga bank syariah yaitu PT BRI Syariah, PT Bank Negara Indonesia Syariah, dan PT Bank Mandiri Syariah telah resmi bergabung menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk yang sudah mulai beroperasi sekarang ini. Bank gabungan tersebut akan menjadi bank syariah terbesar di tanah air, dengan total aset sekitar Rp 239,56 triliun.

Trioksa Siahaan, pengajar senior di Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), meyakini mengingat Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar, prospek bisnis syariah masih cerah. Selain itu, di beberapa daerah, masyarakat juga cenderung memilih bank syariah sebagai bank pilihan untuk menyimpan dana dan menggunakan fasilitas peminjaman.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Merupakan entitas komersial hasil merger tiga bank syariah yang ada di Indonesia yang resmi berdiri dan sudah mulai aktif di Indonesia. Mengutip keterangan resmi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo secara langsung memimpin acara peresmian Bank Syariah Indonesia di Istana Negara, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengumumkan dibukanya Bank Syariah Indonesia yang sekaligus menandai tiga bank syariah, yaitu PT Bank BRI syariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah yang sudah selesai proses mergernya. Presiden Joko Widodo menyatakan keberadaan bank ini sangat penting dalam proses Indonesia mencapai tujuannya menjadi pusat ekonomi global hukum Syariah.

3 Hal yang Perlu Anda Ketahui dengan Adanya Bank Syariah Indonesia

bsi

1. Migrasi Tabungan

Penggabungan tiga bank syariah milik negara menjadi BSI dimulai dengan uji coba atau percobaan awal yang melibatkan tiga cabang bank yang sudah ditentukan. Tiga cabang percontohan tersebut adalah Bank Syariah Indonesia KC Jakarta Hasanudin, yang sebelumnya Syariah Mandiri, Bank Syariah Indonesia KC Jakarta Barat, yang sebelumnya BNI Syariah, dan Bank Syariah Indonesia KC Tangerang BSD City, yang sebelumnya BRI Syariah. 

Pelanggan yang memiliki akun terdaftar di cabang yang telah disebutkan di atas, bisa melakukan migrasi akun dan kartu debit mereka ke salah satu dari tiga cabang percontohan. Selain tiga cabang percontohan tersebut, nasabah BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah masih dapat menggunakan kartu debitnya hingga ketiga cabang di atas menjadi cabang yang terintegrasi.

2. Layanan Tabungan Haji dan Migrasi Deposito

Bagi nasabah yang mempunyai Deposito, maka deposito tersebut masih berlaku hingga jatuh tempo yang ditentukan. Untuk program migrasi deposito akan segera diberitahukan kepada para konsumen. Sedangkan cabang percobaan hanya menyediakan layanan bagi nasabah baru tabungan haji, dan hanya memberikan pembiayaan kepada nasabah yang terdaftar di cabang tersebut.

Bagi nasabah yang belum menerima porsi haji, rekening tabungan haji tetap bisa digunakan untuk pendaftaran di cabang tersebut. Kemudian nasabah yang telah menerima porsi haji tetap berada di cabang saat nasabah melakukan registrasi.

3. E Money dan Kartu Atm

Setelah penggabungan ketiga Bank Syariah, uang elektronik dalam bentuk e-Money, Tapcash dan Brizzi tetap dapat digunakan secara normal dan tidak ada yang berubah mengenai sistem pengisian saldo dan sejenisnya. Disaat proses integrasi Bank Syariah Indonesia sedang dilakukan, nasabah tetap dapat menggunakan sistem ATM di setiap bank yang ada.

Selain itu, nasabah dapat menggunakan ATM dari jaringan ATM seperti GPN, ATM Bersama dan ATM Prima. Nasabah juga dapat menggunakan dan mengakses mobile banking dan online banking dari berbagai bank hingga mendapatkan informasi lebih lanjut. Nasabah juga tidak perlu mengganti kartu debit, buku tabungan dan kartu hasanah pada tanggal efektif progra, penggabungan berlangsung, penggantian akan akan dilakukan secara bertahap.

Valuasi Bank Syariah Indonesia

Penggabungan 3 Bank tersebut nantinya akan memiliki aset dengan nilai Rp 214,6 triliun, dan modal intinya melebihi Rp 20,4 triliun. Jumlah aset dan modal inti menjadikan bank yang dikonsolidasi ini salah satu dari sepuluh bank teratas di Indonesia dalam hal aset, dan sepuluh besar bank syariah di dunia berdasarkan nilai pasar pada 5 tahun ke depan.

Selain mempunyai aset dan modal inti dalam jumlah besar, bank gabungan ini juga akan mendapat dukungan lebih dari 1.200 cabang dan 1.700 jaringan ATM, dan dengan dukungan lebih dari 20.000 karyawan di seluruh Indonesia, bank gabungan ini akan mampu memberikan Lebih banyak layanan keuangan, layanan sosial dan spiritual yang berbasis syariah yang diberikan oleh pelanggan.

Bank hasil merger akan mempertahankan statusnya sebagai perusahaan terbuka dan akan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan simbol ticker BRIS. Para pemegang saham konsolidasi bank ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar 51,2%, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebesar 25%, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar 17,4%, dan DPLK BRI-Syariah saham 2%. Publik menyumbang 4,4%.

Struktur pemegang saham didasarkan pada perhitungan penilaian masing-masing bank peserta merger. Informasi lain dan / atau perubahan ringkasan rencana penggabungan telah disampaikan kepada seluruh regulator terkait di pasar modal dan industri perbankan.

,