Jadi Bank Digital, BRI Agro Berubah Nama

Perkembangan digital yang semakin pesat memang memberikan dampak terhadap beberapa sektor, termasuk perbankan. Terbukti beberapa bank di Indonesia sudah mengeluarkan produk bank digital yang lebih memudahkan masyarakat. Baru-baru ini, BRI Agro telah resmi juga mendaftar di OJK sebagai bank digital. Bahkan BRI Agro juga resmi berganti nama menjadi Bank Raya Indonesia. 

Sebagian dari Anda pasti tidak begitu mengenal tentang BRI Agro atau BRI Agroniaga. Bank yang satu ini adalah anak perusahaan dari Bank Rakyat Indonesia, di mana sesuai namanya bank ini pun bergerak dalam masalah pendanaan di bidang agribisnis khususnya kelapa sawit. Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya Anda mengenal dulu tentang BRI Agro sebelum berubah nama menjadi Bank Raya Indonesia. 

Sejarah Singkat BRI Agroniaga 

Pergantian nama dari bank ini sebelumnya pernah terjadi yang mana BRI Agroniaga dulunya adalah Bank Agro yang didirikan oleh DAPENBUN atau Dana Pensiun Perkebunan di tahun di tahun 1989. Bank Agro pun memiliki peranan yang sangat penting akan pertumbuhan serta perkembangan agribisnis di Tanah Air. 

Bank Agro resmi mendapatkan izin dari Menteri Keuangan di tanggal 11 Desember 1989 dan membuka operasional di seluruh Indonesia pada tahun 1990. Karena sudah beroperasi menjadi sebuah perusahaan publik, Bank Agro pun mengubah namanya menjadi PT. Bank Agroniaga. Tbk. Sahamnya pun juga masuk dalam Bursa Efek Indonesia pada tahun 2007. 

Berselang empat tahun setelah resmi masuk di Bursa Efek Indonesia, PT. Bank Rakyat Indonesia resmi mengakuisisi Bank Agro yaitu pada tanggal 3 Maret 2011. Pada perhelatan ulang tahun Bank Agro yang ke-23, mereka resmi mengumumkan pergantian nama menjadi BRI Agroniaga. 

Layanan yang disediakan oleh BRI Agroniaga pun sama dengan jenis bank lainnya. Produk andalan dari bank ini adalah simpanan, pinjaman sert beberapa layanan bisnis. Bahkan pinjaman yang disediakan BRI Agro sangat cocok bagi pelaku UMKM, terutama di bidang agribisnis. 

Fakta Perubahan BRI Agro Menjadi Bank Digital 

Adanya perubahan BRI Agro menjadi bank digital dengan nama baru, tentu saja membawa angin segar di dunia perbankan Indonesia. Adapun beberapa fakta yang perlu diketahui tentang perubahan BRI Agro menjadi bank digital. Berikut ini faktanya: 

  • Disetujui oleh pemegang saham 

Pergantian nama yang dilakukan oleh BRI Agro telah disetujui sepenuhnya oleh para pemegang saham dalam rapat umum yang dilaksanakan September 2021 lalu. Pergantian nama menjadi Bank Raya Indonesia ini pun akan efektif setelah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia. 

  • Pergantian image 

Mengubah nama ini pun memiliki tujuan dan komitmen baru bagi BRI Agro. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa BRI Agro mempunyai image sebagai bank yang berhubungan dengan agribisnis di Indonesia terutama perkebunan sawit. Adanya perubahan nama menjadi Bank Raya Indonesia sendiri agar image menjadi bank digital pun semakin kuat. 

  • Penambahan modal dengan right issue 

Pada rapat darurat pemegang saham yang dilakukan pada September lalu juga telah disepakati untuk menambah modal dengan right issue. Rencananya BRI Agro akan menerbitkan unit di saham baru sekitar 9,96% dari total modal. 

Dana dari right issue ini akan dipakai dalam menguatkan permodalan untuk penyaluran dana dengan basis digital. Sehingga nantinya emiten dari bank ini akan menjalankan transformasi di model bisnis baru serta akan memperbaiki model bisnis yang sebelumnya sudah ada. 

  • Menyasar profesi informal 

BRI Agro pun telah memutuskan untuk menjalankan transformasi akan bisnis baru yang menyasar pada gig economy atau sektor profesi informal. Hal ini tidak lepas karena terjadi peningkatan pada gig economy selama 2020 yaitu sekitar 27,07%. Kenaikan akan sektor pekerja informal tidak lepas dari pandemi Covid-19 yang mengharuskan masyarakat mengubah haluan menjadi pekerja lepas. 

Adanya lonjakan ini diprediksi akan terus meningkat hingga 2025 dan angkanya bisa mencapai 74 juta lebih pekerja informal baru. Tentu kenaikan akan pekerja lepas yang terjadi di tahun 2020 memberikan pengaruh positif terhadap ekonomi Indonesia. Dengan data tersebutlah, BRI Agro mengincar para pekerja informal demi mempermudah dalam menjalankan profesinya. 

Dari penjelasan tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa dunia yang masuk era digital sangat mempengaruhi ekonomi negara. Gig Economy sekarang ini menjadi minat tinggi dikalangan masyarakat yang memang tidak banyak bisa bergerak karena adanya pandemi.

BRI Agro pun optimis untuk menjadi penggerak pertama sebagai bank yang merangkul para pekerja informal. Apalagi BRI Agro adalah anak perusahaan dari Bank Rakyat Indonesia yang telah tersebar di daerah-daerah bahkan desa. 

Jangkauan yang luas ini pun memberikan banyak kemudahan bagi BRI Agro untuk mencapai masyarakat yang bekerja sebagai pekerja informal. Diharapkan, Bank Raya Indonesia akan menjadi bank digital dengan pelayanan terbaik dan menjadi lebih terpercaya lagi.

,