Deretan Perusahaan yang Diuntungkan Dengan Kedatangan Tesla Ke-Indonesia

pabrik tesla di eropa

Kedatangan mobil listrik merupakan terobosan terbaru untuk dunia otomotif atau transportasi yang sudah populer dari abad ke-19 sampai ke abad 20. Menggunakan aliran listrik untuk dijadikan sumber energinya, mobil listrik justru mampu menjadi kendaraan yang ramah lingkungan jika dibandingkan dengan kendaraan yang menggunakan bahan bakar seperti bensin atau solar. 

Beberapa perusahaan-perusahaan transportasi di dunia pun ikut berlomba agar bisa ikut dalam menciptakan transportasi listrik seperti Toyota, Hyunday hingga Tesla itu sendiri. Antusias terkait hadirnya mobil listrik tersebut juga turut dirasakan oleh perusahaan serta masyarakat di Indonesia.

Sebagai bukti, beberapa perusahaan menyatakan diri mereka bahwa akan membangun sarana seperti pabrik untuk mobil listrik di Indonesia. Bahkan, di Indonesia juga akan didirikan sebuah pabrik baterai listrik terbesar sebagai upaya eksistensi untuk industri tersebut.

Lalu, siapa saja perusahaan-perusahaan di Indonesia yang akhirnya mendapatkan peluang keuntungan dengan hadirnya Tesla di Indonesia yang akan terlibat secara langsung dengan industri ini. Berikut ulasannya.

1. Perusahaan Toyota – Astra International

TAM atau Toyota Astra Motor telah menyepakati bahwa akan turut berkontribusi dalam hal pengembangan serta meningkatkan aspek-aspek yang dibutuhkan oleh mobil listrik yang ada di Indonesia.

CEO region Asia dari Toyota Motor yakni Yoichi Miyazaki juga turut menegaskan bahwasannya pihak Toyota sesegera mungkin akan memproduksi kendaraan listrik di Indonesia. Yoichi Miyazaki juga menyebutkan bahwa mereka akan menginvestasikan uang sebesar dua miliar dolar Amerika atau setara 28 triliun rupiah untuk industri tersebut.

Untuk tiga sampai lima tahun ke depan, perusahaan Toyota akan menyiapkan sekitar sepuluh pilihan mobil listrik yang peruntukan bagi masyarakat Indonesia. Selain itu teknologi mobil Toyota pun telah siap untuk menggunakan kebijakan B30 di negara Indonesia. “kata Yoichi Miyazaki.

Dengan dana investasi sebanyak 28 triliun, Yoichi sudah memperkirakan untuk sisi konsumsi pada bahan bakar bakal bisa ditekan sampai 125 liter di tahun 2026 mendatang. Wilayah Bali menjadi pilihan lokasi untuk proyek pembangunan mobil listrik dari perusahaan Toyota tersebut karena disebut bisa mendukung ecotourism di kawasan Pulau Dewata Bali.

2. Inalum Antam

Upaya untuk menciptakan mobil listrik yang ramah lingkungan juga diperlihatkan oleh pemerintah lewat dukungan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Lewat BUMN bagian pertambangan Inalum, pemerintah pusat menyatakan kesiapannya untuk membangun sebuah pabrik untuk baterai mobil listrik. Ditaksir hingga menyentuh 290 triliun rupiah.

Erick Thohir selaku Menteri BUMN juga menyampaikan bahwasannya pabrik baterai tersebut akan menjadi proyek baterai mobil listrik terbesar nomor dua di dunia tersebut akan bergerak dari hulu hingga hilir, yaitu dari awalan dengan bahan mentahnya sampai ke produk jadi.

Maka dari itu, industry ini akan dikerjakan bersama-sama dengan perusahaan BUMN lain, seperti Pertamina, PLN, PT Aneka Tambang. Setelahnya, ketiga perusahaan BUMN ini akan membangun unit usaha yang baru dengan nama PT Indonesia Baterai.

Kemudian pernyataan dari dirut Inalum yaitu Orias Petrus turut menjelaskan mengenai tiga tempat yang akan menjadi pilihan sebagai area pembangunan pabrik, mulai dari Halmahera Maluku, Sulawesi Tenggara hingga Papua. Untuk proyek ini akan diberi target selesai dalam waktu dua sampai tiga tahun lamanya.

3. Inalum – PT Vale Indonesia

Perusahaan satu ini juga akan turut terlibat untuk mengurus industri pengembangan kendaraan listrik yang ada di Indonesia. Informasi ini disampaikan langsung oleh Menteri BUMN saat ini yakni Erick Thohir, yang dimana Vale Indonesia sampai saat ini merupakan pemilik nikel dengan jumlah terbesar sedunia.

Erick Thohir menegaskan ambisi dengan menyebutkan bahwa Indonesia merupakan pemilik aset nikel paling besar di dunia, yang akhirnya menjadi semakin tinggi saat Inalum berhasil mengakuisisi 20 persen saham dari Vale Indonesia.

 Menteri BUMN sendiri meyakini dengan akuisisi ini, akan menjadi sesuatu yang penting dalam hal hilirisasi pada industri pertambangan yang memiliki peran utama untuk industri nikel dalam lingkup global. Mau bagaimanapun, adanya akuisisi tersebut Inalum sendiri bisa mendapatkan akses agar bisa mendapatkan pasokan bahan untuk industri nikel Indonesia.

Proyek tersebut merupakan langkah yang tepat agar bisa menguatkan value chain pada Indonesia dan pengembangan proyek baterai kendaraan listrik yang juag menjadi bagian proses terjadinya transformasi untuk sistem energy. “ kata Erick Thohir selaku Menteri BUMN Indonesia.

4. Perusahaan Nissan 

PT Indomobil secara tak langsung turut terlibat dalam proyek pengembangan mobil listrik ketika entitas dari anak usahanya berhasil akuisisi sekitar 75 persen saham dari PT Nissan Motor (NMDI).  Perlu kita ketahui bersama, setelah Nissan berada di naungan Indomobil, mereka melakukan strategi promosi produk berupa kendaraan listrik yang diberi nama Nissan Kick e-power.

Semua mobil baru yang diproduksi akan menggunakan tenaga listrik dengan menggunakan baterai yang akan membantu untuk mengoptimalisasi tenaga mesin kendaraan agar bisa lebih hemat serta ramah lingkungan. Dengan ini Perusahaan Nissan ikut kecipratan karena gelombang mobil tesla yang saat ini semakin populer dan membuka peluang untuk siapa saja yang terjun terkait kendaraan jenis tersebut.