Beberapa Saham yang Mengalami Keuntungan Setelah Vaksin Covid 19 Tiba di Indonesia

Pemerintah Indonesia sudah menerima 1,2 juta dosis vaksin virus corona (Covid-19) pada akhir tahun 2020 kemarin. Vaksin yang diimpor adalah vaksin Sinovac yang diproduksi dari negara China. Vaksin sinovac merupakan vaksin yang saat ini dalam uji klinis Tahap III di Bandung.

Presiden Jokowi mengatakan vaksin tersebut akan membantu Indonesia mencegah penyebaran Covid-19. Namun, tahap vaksinasi harus terlebih dahulu disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

IHSG Menguat

Kedatangan vaksin ini rupanya diapresiasi oleh pelaku pasar. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG telah ditutup menguat di perdagangan minggu kedua awal tahun 2021 ini. Pasca penerapan vaksinasi Covid-19, beberapa saham terlihat mulai menguat. Mengutip dari beberapa sumber, Indeks Harga Saham Gabungan naik 32 poin atau 0,51% menjadi 6.428. Indeks naik 1,02% pada pembukaan dan naik menjadi antara 6.393,89 dan 6.460,65 di hari perdagangan pertama. 

Sebanyak 216 saham naik, namun ada 248 saham mengalami penurunan, sedangkan 149 saham tetap tidak berubah. Kinerja pada tahap pertama melanjutkan tren positif pada saat yang sama, pada perdagangan kemarin ditutup naik 0,2% mencapai level 6.395,66.

Saham milik PT Acset Indonusa Tbk dan PT Aneka Tambang Tbk pada sesi pertama terjadi peningkatan yang cukup tajam. Saham ACST naik 19,75% menjadi 570 poin, sedangkan saham ANTM naik 9,39% menjadi 3.030 . Pada saat yang sama, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. terhitung menjadi saham yang terbanyak dibeli. Saham BBRI mencatat pembelian bersih Rp 313,4 miliar oleh investor asing, dan ditutup naik 1,48% menjadi 4.790 poin pada paruh pertama tahun ini. 

Seperti yang sudah banyak diberitakan, Presiden Joko Widodo pernah disuntik vaksin yang diproduksi oleh Sinovac. Vaksinasi dilakukan dengan banyak perwakilan dari semua lapisan masyarakat, termasuk pengusaha, pemuka agama, pekerja dan perwakilan industri. Presiden menegaskan perlunya vaksinasi untuk memutus mata rantai penularan virus corona. Vaksinasi akan memberikan kesehatan, keselamatan dan keamanan bagi masyarakat Indonesia.

Kenaikan Saham Farmasi Indonesia

vaksin covid-19

Berdasarkan data RTI, total volume perdagangan saham sebanyak 1,52 miliar saham, dan nilai perdagangannya sebesar Rp1,39 triliun. Kenaikan indeks tersebut sejalan dengan kenaikan 242 saham, sementara hanya 49 saham yang jatuh dan 188 saham yang stagnan. Dengan masuknya vaksin Covid-19 di Indonesia, stock saham farmasi pun naik tajam di awal transaksi. Saham-saham ini adalah menjadi yang paling besar dalam versi RTI. Misalnya, saham distributor alat kesehatan PT Itama Ranoraya Tbk (IRAA) naik 18,18%, mencapai harga Rp 1.365 per saham. Begitu pula saham perusahaan farmasi milik negara PT Indofarma Tbk (INAF) juga naik 17,4% menjadi Rp 3.980 per saham.

Saham farmasi milik negara lainnya yang dilaporkan mencatatkan pertumbuhan cukup besar adalah PT Kimia Farma, yang naik 16,9% menjadi Rp 4.150 per saham. Saham farmasi swasta PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) juga dibuka,meski tidak seperti saham lainnya, yang hanya naik 2,03% menjadi Rp 1.505 per saham. Vaksin yang sudah digunakan oleh pemerintah indonesia ini diproduksi oleh Sinovac dan sudah diujicobakan di Bandung sejak Agustus tahun lalu. Tak hanya itu, ia berjanji akan menghafalkan jutaan vaksin serupa ke Indonesia pada awal Januari mendatang.

Saham Perusahaan Vaksin Yang Berpotensi Meraup Keuntungan Banyak

1. Novavax

Meskipun Moderna adalah salah satu perusahaan vaksin paling berpotensi meraih keuntungan dalam perlombaan vaksin virus corona, saham perusahaan ini belum mencapai pertumbuhan berarti. Keuntungan ini menjadi milik Novavax dengan kode saham NVAX, saham perusahaan melonjak lebih dari 3.000% tahun ini.

Perusahaan vaksin telah mencapai kesepakatan dengan Australia, Kanada dan Inggris untuk menyediakan total 176 juta dosis covid 19 kalu tidak ada halangan dalam proses produksi. Selain itu, sesuai kesepakatan, Novavax juga menerima dana $ 1,6 miliar dari Operation Warp Speed, termasuk pemberian 100 juta dosis ke Amerika Serikat.

Selain vaksin virus corona yang menjanjikan, Novavax juga memiliki kandidat untuk vaksin flu, yang kemungkinan besar akan disetujui oleh Food and Drug Administration AS. Pada awal tahun ini, perusahaan bioteknologi mengumumkan tahap akhir penelitian vaksin flu, dan mencapai hasil yang luar biasa.

2. Moderna

Perusahaan vaksin Moderna terlihat cukup siap dengan pasar untuk vaksin Covid-19. Perusahaan bioteknologi ini telah melaporkan kemajuan yang luar biasa. Jika tidak ada kendala dalam proses produksi, Moderna dapat memperoleh otorisasi penggunaan darurat untuk mRNA-1273 pada bulan Desember tahun lalu. Hal tersebut jelas akan menghasilkan banyak keuntungan untuk perusahaan vaksin satu ini. 

3. Vaxart

Produsen vaksin asal amerikan ini belum terlalu jauh dalam pengujian klinis kandidat vaksin COVID-19 pada tahun lalu. Akan tetapi, saham tersebut telah menjadi pemimpin diantara yang lainya, mengalami  kenaikan hampir 1.900% sepanjang tahun ini.

, ,