Bank Syariah Indonesia sebagai Aset Terbesar RI

bank syariah Indonesia

Tahun 2021 menjadi momentum besar untuk bangsa Indonesia, karena salah satu aset terbesar bangsa telah diresmikan untuk beroperasi yaitu Bank Syariah Indonesia. Adanya bank ini sebenarnya hasil kolaborasi dan gabungan dari Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan Bank Rakyat Indonesia Syariah. 

Ketiga bank tersebut merupakan salah satu anak perusahaan BUMN yang terbesar di Indonesia, sehingga tidak mengherankan kalau ini menjadi aset terbesar negara. Pada pembahasan kali ini, kami mencoba mengajak Anda untuk lebih mengenal mengenai Bank Syariah Indonesia secara lengkap, simak penjelasannya berikut ini!

Mengenal Bank Syariah Indonesia

1. Gabungan Tiga Bank 

Perlu dipahami bersama pendirian dan beroperasinya BSI ini merupakan hasil merger dan kolaborasi bersama antara BUMN. Tentunya ini menjadi bank besar dan mempunyai nilai aset yang tinggi, karena ketiga bank ini sebelumnya telah mempunyai reputasi dan perjalanan yang panjang dalam mengelola dan mengurus keuangan masyarakat Indonesia. 

Melihat penggabungan ketiga bank ini sudah tidak heran kalau Bank Syariah Indonesia menjadi bagian penting dalam pengelolaan keuangan secara syariah. Mulai beroperasi 01 Februari 2021 ini, BSI memiliki peranan penting dan langkah strategis pemerintah untuk menjadi pusat bisnis dan keuangan syariah dunia. 

2. Termasuk Bank Terbesar di Indonesia 

Sudah tidak heran kehadiran dan kemunculan BSI memiliki peranan penting dalam kemajuan dan perkembangan dunia keuangan di Indonesia, apalagi dengan sistem syariah. Tentunya ini menjadi langkah yang berani dan strategis dalam mengatur dan mengelola keuangan negara yang berlandaskan pada dasar syariah. 

Bank Syariah Indonesia (BSI) termasuk salah satu bank yang mempunyai nilai aset besar dan pertama kali dalam beroperasi telah masuk 10 bank terbesar di Indonesia. Aset dari BSI sendiri mencapai Rp. 245,7 triliun dan mempunyai modal inti sebesar Rp. 20,4 triliun. Tentunya ini menjadi dasar yang besar untuk berkembang dan maju lebih jauh. 

Sekarang ini BSI berada di peringkat 7 skala nasional, namun pada tahun 2025 BSI menargetkan untuk menjadi bank terbesar dunia. Hal ini menjadi bagian penting BSI untuk terus berinovasi dan berkembang dalam mengelola pasar dengan target masuk 10 besar bank dunia syariah yang menjadikannya sebagai kapitalisasi pasar. 

Sementara ini, BSI masih masuk dalam kategori BUKU III dengan memiliki 1.200 kantor cabang dan mempunyai 1.700 ATM yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk target terdekat ini, Bank Syariah Indonesia menargetkan untuk masuk kategori IV. 

3. Memiliki Nasabah Besar

Setelah proses penggabungan atau merger selesai, maka pihak Bank Syariah Indonesia akan mendapatkan jumlah nasabah yang besar, totalnya mencapai 14,9 juta. Hal ini memberikan peluang dan kemajuan penting untuk perbankan syariah. Dengan adanya proses merger ini, proses penggabungan tetap berjalan dan tidak ada gangguan terhadap layanan. 

Selanjutnya tugas dari BSI memberikan edukasi terhadap pada calon nasabah dan mitra bisnisnya. Dengan begitu membuat nasabah yang ingin membuka tabungan, transaksi, dan sebagainya tidak ada perubahan yang mendasar. Hal ini tentunya untuk membuat permudah nasabah dan tidak ada perbedaannya. 

Namun ada beberapa hal yang berbeda diantaranya logo dan nama nya saja, ketika Anda menabung dari salah satu 3 bank yang merger tersebut kedepannya sudah tidak lagi menggunakan nama bank yang lama. Tetapi berganti menjadi Bank Syariah Indonesia. 

4. Tidak Ada PHK 

Hal yang menarik dari adanya Bank Syariah Indonesia ini adalah tidak ada pemutusan hubungan  (PHK) dengan perusahaan. Karena penggabungan dari perusahaan BUMN dengan nilai aset yang besar, tentunya menjamin karyawan yang bekerja di BSI. Sekarang ini BSI memiliki hampir kurang lebih 20.000 karyawan. 

Dengan jumlah yang besar tersebut, tentunya perusahaan memiliki aset yang besar dan kemajuan yang jelas kedepannya. Apalagi melihat peluang kedepannya, BSI tidak hanya sebagai bank syariah Indonesia saja. Tetapi memiliki peluang untuk menjadi pemain global yang lebih luas dan besar. 

Tentunya membuat BSI nantinya akan membuka lowongan kerja baru dan terus mengalami pertumbuhan aset yang besar. 

5. Masuk Bursa Efek Indonesia 

Tepat setelah awal bulan Februari 2021 resmi beroperasi, tanggal 04 Februari 2021 Bank Syariah Indonesia telah masuk dalam BEI dengan kode saham BRIS. kemunculan BRIS ini memiliki animo yang tinggi dari masyarakat. Tentunya ini menjadi peluang dan semangat baru untuk Bank Syariah Indonesia untuk berkembang. 

Hal ini terlihat dari IPO yang muncul, harga sahamnya meningkat 5 kali lipat. Sebelumnya mempunyai nilai aset hanya Rp. 4,96 triliun, sekarang ini telah mencapai Rp. 112,8 triliun yang mempunyai perkembangan yang begitu pesat. 

Itulah beberapa ulasan lengkap mengenai Bank Syariah Indonesia, tentunya ini menjadi peluang besar untuk Indonesia bersaing dalam perbankan syariah skala dunia.