Bagaimana Nasib Cicilan KPR Bila Debitur Meninggal Dunia?

Cicilan KPR sendiri sudah akrab di telinga masyarakat. KPR adalah kredit perumahan rakyat yang dibayarkan per bulan. Tentu saja jumlah yang dibayarkan berbeda, tergantung dari harga unit yang dipilih serta juga suku bunganya. Cicilan ini sendiri biasanya akan berlangsung dalam jangka panjang, bahkan sampai 20 tahun. 

Tidak heran apabila ada kasus di mana debitur meninggal dunia. Lalu bagaimana jika debitur meninggal? Apakah cicilan dianggap lunas atau belum? Di bawah ini adalah beberapa penjelasan yang bisa membantu Anda untuk memahami jika memang mengalami kasus ini. 

Nasib Cicilan KPR Bila Debitur Meninggal Dunia 

Banyak sekali yang masih bingung, jika debitur KPR meninggal dunia. Apakah KPR akan dibatalkan atau malah lunas? Jawabannya adalah KPR akan diwariskan kepada sanak sodara atau ahli warisnya yang masih hidup. Karena pada dasarnya KPR adalah sebuah hutang yang harus dibayarkan. 

Ada peraturan yang mengatur hak waris ini, di mana yang meninggal akan mewariskan seluruh haknya termasuk harta aktiva, pasiva dan hutang kepada ahli waris. Meskipun, begitu tidak ada kewajiban ahli waris untuk menerima itu semua. Ahli waris berhak menolak, dengan catatan maka ia tidak akan berhak lagi dengan apapun yang telah diwariskan. 

Walaupun begitu, jarang sekali ada keluarga atau ahli waris yang menolak akan pembayaran cicilan hutang KPR ini. Kebanyakan ahli waris tetap membayar lunas KPR yang masih perlu diselesaikan. Berbeda, bagi debitur yang melengkapi KPR dengan asuransi jiwa. 

Kebanyakan bank mewajibkan debitur untuk menyertakan asuransi jiwa pada KPR yang diambil. Hal ini sendiri bertujuan adanya kasus fatal seperti ini. Asuransi jiwa yang ada di KPR inilah yang nantinya akan membantu hak waris untuk membayarkan sisa KPR. Tapi, kembali lagi dengan kebijakan bank yang mengeluarkan KPR. Karena setiap bank memiliki ketentuan yang berbeda-beda. 

Tentu saja, sebelumnya ada kesepakatan yang telah dibuat oleh pihak bank bersama dengan debitur. Kebijakan seperti apakah asuransi jiwa ini akan mengcover sisa cicilan yang ada hanya berapa persen saja yang ditanggung. Maka dari pada itu, penting sekali memahami isi dari kontrak KPR sebelum menandatanganinya. 

Tergantung dari Kebijakan Bank yang Berlaku 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, apabila setiap bank memiliki kebijakan yang berbeda-beda ketika kasus debitur meninggal. Kebijakan yang diberikan sendiri adalah demi memudahkan ahli waris dalam melakukan pelunasan. Adapun beberapa kondisi yang membuat bank mengeluarkan kebijakan tentang debitur yang meninggal dunia, berikut ini adalah kondisinya: 

1. Cicilan tidak pernah macet dan mempunyai asuransi jiwa 

Apabila debitur tidak pernah terlambat dalam pembayaran cicilan tiap bulan, tidak pernah macet bahkan memiliki asuransi jiwa, maka untuk mengurusnya sendiri pun tidak akan sulit. Karena dari asuransi jiwa ini, maka pihak ahli waris dapat mengklaim asuransi tersebut dan melunasi sisa pembayaran kredit yang ada. 

2. Cicilan tidak pernah macet dan tidak ada asuransi jiwa 

Jika debitur tidak pernah telat dalam pembayaran ataupun kredit tidak pernah macet, namun tidak memiliki asuransi jiwa. Pihak bank biasanya akan tetap meminta ahli waris untuk melakukan pelunasan sisa cicilan. 

3. Pembayaran pernah macet dan tidak memiliki asuransi jiwa

Untuk kasus seperti ini cukup sulit untuk dihadapi oleh ahli waris. Karena pihak bank akan melakukan perhitungan hutang terlebih dahulu. Ahli waris pun masih tetap harus membayarkan seluruh cicilan atau hutang yang ditanggung. 

Dari penjelasan tersebut, maka bisa disimpulkan apabila memang ingin mengambil KPR disarankan yang memang sesuai kemampuan dengan asuransi jiwa. Hal ini untuk menghindari kesulitan di masa depan. 

Syarat Mengajukan KPR 

Lalu apa saja syarat bagi Anda yang ingin mengajukan KPR? Berikut ini syaratnya: 

  1. Warga Negara Indonesia 
  2. Umur minimal adalah 21 tahun ataupun sudah menikah
  3. Maksimal umur maksimal ketika mengajukan KPR adalah 50 tahun
  4. Memiliki pekerjaan tetap sekiranya 2 tahun

Serta adapun dokumen yang harus dilengkapi ketika ingin mengajukan KPR, berikut ini adalah dokumennya: 

  1. Kartu Tanda Penduduk serta pasangan apabila sudah menikah 
  2. KK 
  3. Surat keterangan dari tempat kerja 
  4. Dokumen slip gaji 
  5. Nomor Pokok Wajib Pajak 
  6. Surat Izin Usaha jika memang ada
  7. Buku rekening serta rekening koran

Apabila ada dokumen lain yang perlu dilengkapi, maka Anda bisa bertanya kepada pihak bank. Proses pengajuannya KPR ini biasanya akan memakan waktu 2 minggu hingga 1 bulan. Tergantung dari kebijakan bank, sehingga ada baiknya Anda bertanya lebih jauh. 

Dari penjelasan di atas, diharapkan Anda lebih mengerti tentang pengajuan KPR dan resiko yang akan ditanggung di masa depan. Sehingga nantinya Anda bisa mengambil keputusan yang tepat sebelum mengajukan KPR ke bank. 

, ,